JejaringSumsel – Musim pancaroba yang rentan memicu wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian serius warga Perumahan OPI Regency 5.
Selain ancaman nyamuk DBD, warga juga menyoroti masalah kebersihan lingkungan dan ketertiban administrasi penghuni kontrakan yang didominasi pekerja harian.
Ketua RT Perum OPI Regency 5, Firmansyah, menyambangi masing masing bangunan yang berisikan kontrakan para penghuni yang tinggal di bangunan rumah tersebut. Ia meminta laporan domisili dan komitmen menjaga kebersihan dari para penghuni kontrakan. Situasi ini dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan warga setempat.
Firmansyah mengungkapkan banyak penghuni di rumah kontrakan belum melapor kepada ketua lingkungan setempat, bahkan sudah berbulan-bulan tanpa adanya laporan domisili. Sebagian besar penghuni kontrakan tersebut adalah para pekerja harian. Kondisi ini membuat pendataan warga menjadi sulit dan berpotensi menimbulkan masalah sosial lainnya. “Kami sudah memberikan sosialisasi domisili dan kebersihan kepada para pengontrak pekerja. Sudah berbulan-bulan tidak ada laporan domisili,” ujar Firmansyah.
Firmansyah juga secara khusus meminta pemilik ruko dan rumah kontrakan untuk menyampaikan kepada penyewa agar menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyoroti sampah-sampah yang berserakan dan tidak ditempatkan pada tempatnya.
“Mari kita jaga lingkungan bersih dan tertib. Insyaallah anak-anak dan keluarga kita selalu menjadi sehat,” ajaknya, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh warga untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, terutama di tengah musim pancaroba.
Selain masalah domisili dan kebersihan, keluhan lain yang disampaikan masyarakat setempat adalah banyaknya mobil besar yang masuk lorong perumahan. Warga meminta agar mobil besar hanya diperbolehkan masuk jika membawa bahan material untuk pembangunan rumah, mengingat fasilitas parkir depan rumah tidak memadai. Imbauan juga disampaikan kepada pekerja agar tidak ngebut saat membawa mobil di dalam kompleks, mengingat banyaknya anak kecil bermain.
“Kita meminta data dan komitmen mereka untuk menjaga ketertiban lingkungan dan kebersihan. Kami telah mengidentifikasi ada delapan titik tempat istirahat pekerja, dan semua tidak ada laporan domisili sementara,” pungkasnya. (*)






