JejaringSumsel – Dalam Konferensi Internasional Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) Asia Pasifik ke-6 di Bali pada 5-7 Agustus 2025, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi UBL, Prof Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sistem pendidikan tinggi di Indonesia
Mulai dari tingginya rasio mahasiswa-dosen, rendahnya produktivitas riset, serta kesenjangan kualitas antara universitas.
“Oleh karena itu, Indonesia harus segera melakukan reformasi menyeluruh demi menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih tangkas, berdaya saing global, dan selaras dengan kebutuhan masa depan,” sambung dia.
Semua ini dipaparkannya dalam presentasinya sebagai pembicara kunci di hadapan peserta konferensi dari dalam dan mancanegara. Dalam presentasinya, Prof Erry Yulian mempresentasikan paparannya bertajuk Reimagining Higher Education Management through the Lens of Industrial Engineering: Toward a More Agile, Accountable, and Future-Ready University System.
Ia mengusung pendekatan revolusioner dalam tata kelola perguruan tinggi dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip rekayasa industri (Industrial Engineering/IE).
Ia menyampaikan dunia pendidikan tinggi saat ini membutuhkan manajemen yang adaptif, efisien, dan berbasis data, sebagaimana sistem industri modern.
Prof. Erry mengangkat beberapa gagasan kunci, antara lain: penerapan Lean Management untuk menyederhanakan layanan akademik dan administratif; integrasi Total Quality Management (TQM) sebagai budaya mutu berkelanjutan, Penguatan governance akademik berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan yang responsif; pengembangan struktur inovasi yang terdesentralisasi guna memberikan otonomi strategis kepada fakultas; Serta penerapan model transformasi Higher Education 5.0 yang mengadaptasi prinsip Industrial Engineering dan nilai-nilai Industry 5.0.
Dr. Ahad Ali yang merupakan Conference Co-chair yang juga CEO IEOM Society International menilai apa yang dipresentasikan oleh Prof. Erry “thought-provoking”.
Puncak acara Konferensi Internasional Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) tersebut ia juga dianugerahi Distinguished Educator Award atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas kontribusi luar biasanya dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset dan inovasi, serta dedikasi terhadap profesi teknik industri dan manajemen operasional.
Untuk diketahui, IEOM Society International merupakan sebuah organisasi nirlaba berbasis di Michigan, AS, yang telah dikenal sebagai platform global terkemuka dalam pengembangan bidang rekayasa industri dan manajemen operasional. Konferensi IEOM sendiri telah menjadi ajang rutin yang melibatkan ribuan akademisi, peneliti, dan praktisi dari lebih dari 150 negara.
Dengan lebih dari 280 chapter mahasiswa yang tersebar di 56 negara, IEOM Society menjadi salah satu komunitas profesional global paling berpengaruh dalam bidangnya. (*)






