Beranda Kriminal Polda Sumsel Siagakan 3.097 Personel Gabungan Amankan Liburan Nataru

Polda Sumsel Siagakan 3.097 Personel Gabungan Amankan Liburan Nataru

0
Foto : Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK (net)

JejaringSumsel.com, Palembang – Kementerian Perhubungan RI memprediksi sekitar 120 juta orang akan melakukan perjalanan mudik liburan Nataru 2023/2024. Oleh karena itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama stakeholder terkait untuk persiapan pengamanan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.

“Ada peningkatan sekitar 43 persen, oleh karena itu kami bersama seluruh stakeholder yang ada di Sumsel bersama sama menyatakan siap melayani dan mengamankan masyarakat yang akan merayakan Nataru 2023/2024,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK

Dikatakannya, dalam pengamanan Nataru 2023/2024 Polda Sumsel menerjunkan 3.097 personel gabungan terdiri dari stakeholder terkait.

Ada beberapa isu yang fokus dilakukan pihak kepolisian bersama stakeholder yang ada dalam mengamankan perayaan Natal diantaranya isu lalu lintas terutama terkait dengan perlintasan kereta api dan jalur rawan kecelakaan di Sumsel.

“Dijalur ini akan dilakukan rekayasa atau manajemen pengaturan lalu lintas kereta api yang diharapkan bisa ditingkatkan traffic-nya antara pukul 21 00 sampai pukul 06.00 pagi,” ungkapnya.

Dengan ditingkatkan traffic ini, diharapkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan Palembang menuju kearah barat dan sebaliknya sebaiknya dilakukan sebelum pukul 21.00 WIB secara teknis ini akan disusun oleh PT kereta api Indonesia.

“Untuk jalur rawan kecelakaan terdapat diperlintasan tol Palembang Kayu Agung, di sini jalannya bergelombang karena dibangun diatas lahan gambut dan PT waskita karya selalu meningkatkan upaya keselamatan lalu lintas dijalur ini,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Rachmad, Ditlantas Polda Sumsel juga akan meningkatkan patroli terutama dimalam hari dan memberikan rambu dengan keberadaan mobil dengan lampu menyala untuk mengingatkan pengendara agar tidak mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Isu lainnya terkait kestabilan dan ketersediaan sembako serta BBM. Dari bulog dan Pertamina menyampaikan walaupun ada kenaikan harga beberapa bahan pokok namun dijamin ketersediaan barangnya, begitu juga dengan BBM yang menjadi permasalahan adalah antrean kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU cukup panjang,” jelasnya.

Maka langkah-langkah yang diambil kepolisian bersama stakeholder terkait adalah dengan meningkatkan pengamanan di SPBU agar tidak ada lagi orang-orang yang melansir BBM subsidi yang digunakan untuk industri apakah itu industri perkebunan maupun industri pertambangan.

“Kami juga akan meminta Pertamina untuk menyediakan mobile dispenser untuk melayani masyarakat yang mengantri di SPBU supaya tidak terlalu panjang,” bebernya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini